Terus Melangkah...

Terus melangkah, merajut amal, berbingkai ikhlas berharap dipertemukan dengan mutiara-mutiara terindah dunia sepanjang zaman di jannah-Nya

Saturday, July 25, 2009

Oh, mas Google…

Melalui email, aku kenal internet untuk pertama kalinya. Tepatnya pada tahun 1999. Dengan modal nekat serta rasa ingin tahu yang tinggi, aku buka account email di yahoo. Bingung sih, tapi akhirnya bisa juga punya email. Nggak ada motivasi khusus waktu itu, cuma ingin punya email aja, biar gaya. Dan segera setelah aku punya alamat email, kutulis emailku di mana-mana. Setiap berkenalan dengan orang baru, pasti kusebutkan alamat emailku, hihi..kampring ya? Padahal, aku tidak pernah membuka email lagi sejak saat itu.

Satu hari, teman lamaku yang berada di luar kota mengajakku untuk bertukar kabar, “via email aja ya? kamu punya email kan?” Katanya waktu itu. Email? Ah ya, tentu saja aku punya, dan aku akan segera menggunakannya. Dengan tak sabar, aku segera ke warnet, untuk kembali ber-internet ria. Tujuanku cuma satu, buka email, ingin tahu kabar temanku dan melihat “inbox” di emailku terisi. Dan betapa kecewanya aku waktu itu, karena aku lupa passwordku! Padahal satu-satunya yang bisa kulakukan di dunia internet ini cuma buka email saja, lainnya tidak. Rasanya seperti orang tersesat di rimba raya, tak tahu apa yang harus aku lakukan. Mau keluar? malu dong sama penjaga warnetnya, ketahuan banget gapteknya. Jadi akhirnya aku coba buka situs google, yang iklannya terpampang di papan warnet itu. satu…dua…tiga…berhasil! Kucoba iseng cari informasi-informasi nggak penting. Dan si mas google ini berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaanku. Amazing! rasanya seperti menemukan sebuah kamus besar, dimana kita bisa mencari informasi apa saja dari sana. Sejak saat itu aku semakin antusias, dan pengetahuanku mengenai internet pun bertambah. Mencoba chatting via MIRC, browsing, dll membuat aku semakin terkagum-kagum dengan internet, dan tentu saja menguras isi dompetku.

Sampai sekarang, aku masih selalu kagum dengan kemajuan internet yang semakin menggila. Aku mulai berkenalan dengan Google Adsense, Paypal, Elance, Facebook dan banyak hal lain yang membuat isi dompetku menjadi lebih tebal. Yup! sekarang, aku bisa berpenghasilan melalui dunia maya ini. Nggak perlu lagi berangkat ke kantor dan tetap bisa bermain dengan anakku. Senangnya...

Labels:

Thursday, February 12, 2009

Lagi Renovasi

lagi direnov nih blognya... Diotak-atik. Maklum, sekarang kan akses internet lebih gampang, jadi bisa maintain lebih teratur. Mudah2an bisa segera kembali dengan lebih baik...

Sabar menunggu ya teman-teman. Semoga kita bisa segera berbagi kembali.. :)

Thursday, October 23, 2008

Memasuki bulan ke lima

Memasuki bulan kelima usia kandungan... Ada perasaan tenang. Setidaknya trimester pertama yang mendebarkan telah terlewati. Karena trimester pertama sangat rawan terjadi keguguran, walaupun kata dokter, keguguran pada trimester pertama bukan karena guncangan atau kelelahan, tapi karena memang bibitnya yang tidak baik.

Ga kerasa , apalagi karena nggak mengalami morning sickness jadi suka ga merasa hamil. Kadang juga masih suka lupa, lari-lari kecil atau jalan cepat, tiba-tiba perut jadi terasa sakit dan baru nyadar...eh, iya aku kan lagi hamil..hihi. Eh, tau-tau sekarang perut semakin membesar.

Dia terus tumbuh dan berkembang, dari sejak masih segumpal darah, hingga kini organnya lengkap, jantungnya pun sudah berdetak dan wow...si kecil mulai bergerak! Bahkan bisa diajak bicara. Pernah suatu waktu, aku kesepian dan tidak merasakan pergerakan si dedek. Terus aku panggil ” Dek, kemana aja? Kok sepi? Lagi ngapain di sana?” dan tak lama, dia bergerak. Wah senangnya!!! Aku jadi ga kesepian lagi.

Subhanallah!! Jadi ga sabar, pengen segera melihat lagi perkembangannya pekan depan.

Mohon do’anya ya, mudah-mudahan semuanya berjalan lancar. Dan semoga kelak menjadi mujahid sholeh, amin



Terimakasih buat suamiku yang selalu sabar menemani istrinya yang bandel ini :)

Thursday, July 24, 2008

Kemenangan

kemenangan, pasti akan Allah berikan kepada kaum mukminin, cepat atau lambat. tapi, dimanakah kita saat kemenangan itu datang?

Apakah kita berada di pinggiran.yang siap berlari jika keadaan tidak menguntungkan, dan ikut bersorak ketika kemenangan tiba?

Atau berada di barisan terdepan? barisannya para mujahid, yang senantiasa berjuang, mengorbankan harta, jiwa dan raga. apapun kondisi yang menghadang?


semoga selalu istiqomah, apapun yang terjadi. Amin

Sunday, June 08, 2008

Pasangan Jiwa

Dunia dikejutkan dengan cerita pasangan “sempurna” Lady Diana dan pangeran Charles. Bahwa ternyata, cerita sesungguhnya tidak seromantis yang dikira dunia. Dibalik pernikahnnya, mereka menyimpan duka. Semua terbuka setelah meninggalnya Lady Di dan Doddy Al-fayed dalam sebuah kecelakaan. Ada problematika yang tak pernah disangka - sangka. Dan yang lebih mengejutkan lagi, selang beberapa tahun setelah kejadian itu, pangeran Charles menikahi Camilla Parker. Wanita tua yang disebut-sebut sebagai penyebab keretakan hubungan pangeran Charles dan Lady Di. Saat itu, sang pangeran tetap menikahi Camilla, walaupun telah menjadi musuh bersama Inggris. Sebuah keputusan yang melawan arus.
Hal ini menyelipkan sebuah tanya yang besar: mengapa sang pangeran lebih tertarik dengan perempuan tua ketimbang Diana yang cantik dan anggun? Tidak berartikah kecantikan Diana baginya? Dan apakah pesona perempuan tua itu yang membuatnya nekat?
Pangeran Charles adalah sebuah cerita tentang kesepian. Punya ibu seorang ratu hampir sama dengan yatim. Maka ia tumbuh dengan kebutuhan jiwa yang akut : seseorang yang bisa diajak bicara, mau mendengarnya dan mampu memahaminya, seseorang yang bisa membuatnya sebagai orang normal yang bersikap wajar dalam kehidupannya. Camilla hadir dan bisa memenuhi kebutuhan jiwa itu. Sementara Diana tumbuh sebagai gadis cantik yang terlalu lugu untuk kerumitan – kerumitan besar yang dihadapi Charles. Ia bagus sebagai icon kerajaan yang cantik. Tapi tidak bagi Charles yang rumit. Jiwa mereka tidak bertemu.
Ada juga cerita Umar bin Khattab, yang menceraikan dua istrinya yang sangat cantik, Jamilah dan Qaribah. Tapi bisa bertahan hidup bersama Ummu Kultsum binti Ali atau cucu Rasulullah saw yang usianya terpaut lebih 40 tahun.
Atau Rosulullah, yang selalu mengenang Khadijah binti Khuwailid sampai membuat Aisyah cemburu. Seorang perempuan yang usianya jauh lebih tua dari Rosulullah.
Kehidupan pada akhirnya berbicara tentang pasangan jiwa, pasangan yang bisa memenuhi kebutuhan jiwa yang tidak bisa dimengerti orang lain. Jiwa mempunyai hajatnya sendiri. Maka ia lebih bisa mengenal pasangannya sendiri. Bukan tentang kemapanan fisik dan lainnya yang dipandang”ideal” menurut orang lain.
dari berbagai sumber

Sunday, March 23, 2008

saat Dia datang...

“Allah ta’ala turun ke langit dunia ketika sepertiga malam yang pertama telah berlalu. Dia berkata, Akulah raja, Akulah raja, siapa yang berdo’a kepada-Ku Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku Aku beri, siapa yang meminta ampun Aku ampuni. Dia terus berkata demikian sampai sinar fajar merekah” HR. Muslim

Merinding rasanya setiap kali aku membaca hadits ini. Ada perasaan yang sulit diungkapkan kata-kata, Memunculkan sebuah pertanyaan retoris : “pantaskah aku, seorang hamba yang hina dan penuh dosa ini tertidur lelap saat Tuannya datang menghampiri? Tidakkah punya perasaan malu sedikit saja, mengabaikan Tuannya yang datang dan membuka pintu kasih sayang-Nya lebar-lebar?”

Thursday, March 13, 2008

Pahlawan dan Pejuang

Mereka punya cita-cita kemenangan, dan bekerja untuk mewujudkannya
Tapi, mereka tak pernah mencuri kemenangan untuk diri mereka sendiri. Bahkan, tak pernah terlintas di pikirannya untuk ikut menikmati perjuangan yang dilakukan.
Hanya bekerja dan berjuang. Ada keyakinan dalam diri mereka, Allah tidak pernah salah. Dia Maha Tahu, siapa melakukan apa.

Mereka adalah patriot sejati

Ganti template!!

Lagi pengen aja ganti template. Bosen juga lama-lama sama template yang kemarin.
kenapa warna pink-merah?
sebenernya sih biar matching sama gambar yang mau di-upload, tapi ternyata ga berhasil :(
ya udah deh, gambarnya belakangan aja di-uploadnya