Rabu, 05 April 2006

Sendiri

Satu persatu mereka yang di sekelilingku menghilang
ketika kubuka mataku lebar-lebar, aku tak menemukan siapa-siapa lagi
bahkan orangtua yang paling mencintaikupun
akan pergi meninggalkanku...entah kapan

Tak ada yang abadi

jika bukan kepada Allah,
maka kepada siapa lagi kita bersandar?

9 komentar:

  1. ya....Jika bukan kepada Allah, pada siapa?

    BalasHapus
  2. Anonim7:18 PM

    hmm...
    tak ada yg abadi kecuali yg satu memang ....

    tapi,
    setiap kali ada yg pergi
    sunnatulloh juga,
    akan selalu ada yg datang

    seperti
    ada surutnya air laut,
    ada juga pasangnya

    hm...

    BalasHapus
  3. Inna Azhoma jaza' ma'a azhmil bala'
    (Sesungguhnya pahala yang besar bersama ujian yang besar pula)
    Assalamualikum...
    salam kena...!
    sesekali maen ke blogku...: jayanwar.blogspot.com. mungkin ada yang bermanfaat disana. wss

    BalasHapus
  4. Shinta
    Salam Kenal

    BalasHapus
  5. pada Al-Quran dan Hadist Nabi.
    Hallo salam kenal ya :).

    BalasHapus
  6. teguh8:24 PM

    jawaban dari pertanyaanya sudah dijawab sendiri goblog dan kenapa gua harus ngasih jawabannya dengan menulis ini. (goblok)

    BalasHapus
  7. Kayaknya blogger baru aktif lagi ya sin.. Btw pa kabar?
    sendiri-sendiri=sendiri (orang sibuk dengan urusannya sendiri)
    sendiri+sendiri=sendiri (banyak orang tapi tetep ngerasa sendiri)
    Ternyata kesendirian itu relatif bukan kuantitatif..
    Kalo aku inget sinta,jadi ga ngerasa sendiri lagi deh..

    BalasHapus
  8. catur2:20 PM

    ungkapan yang menggugah hati, menyadarkan diri dari keterlenaan.. kemapanan...

    teringat, bahwa tiap diri akan kembali dan dimintai pertanggungjawabannya

    (bentengcatur.blogsome.com)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...