Ga tau nih, belakangan aku lagi males banget-banget-banget nulis.
Segala sesuatu yang terlintas di pikiranku, aku simpan saja semua itu di memori otakku. Kupelajari dan kuambil “sari”nya. Dan kemudian kutata di file di sebuah folder di otakku.
Tawa yang ceria, kubiarkan kurasakan sendiri
Begitu juga air mata yang sempat berderai, kubiarkan mengering dan semuanya kusimpan sendiri
Aku sendiri bingung, kenapa ya?
Awalnya, aku pikir, aku terlalu lelah, sehingga tak ada energi lagi untuk menulis. Tapi ketika kerjaan di kantor sudah berkurang, dan kusempatkan duduk di depan monitor dan menekan keyboardnya. Tetap saja, tidak sesemangat biasanya.
Satu paragraf yang sudah kutulis, kuhapus lagi…terus menulis lagi…kemudian kuhapus lagi.
Aku jadi makin bingung…
Ingin rasanya kembali berbagi, tapi….tunggu aja deh, samapi mood-ku menulis kembali
Jumat, 28 Oktober 2005
Pertemuan
Ketika kita bertemu dengan seseorang, biasanya kita akan merasakannya biasa-biasa saja
Tidakkah kita pernah berfikir, bahwa sebuah pertemuan adalah rekayasa Allah…
Allah yang mengatur setiap langkah kita, setiap pertemuan kita. Ada sebuah pesan yang ingin Allah sampaikan melalui seseorang itu. Sebuah pelajaran, yang mungkin tidak akan pernah kita dapatkan di pendidikan-pendidikan formal.
Sungguh, pesan itu selalu Allah sampaikan setiap hari, setiap saat.
Tidakkah kita menyadarinya?
Belajar lebih peka, ternyata tidak mudah ya?
Tidakkah kita pernah berfikir, bahwa sebuah pertemuan adalah rekayasa Allah…
Allah yang mengatur setiap langkah kita, setiap pertemuan kita. Ada sebuah pesan yang ingin Allah sampaikan melalui seseorang itu. Sebuah pelajaran, yang mungkin tidak akan pernah kita dapatkan di pendidikan-pendidikan formal.
Sungguh, pesan itu selalu Allah sampaikan setiap hari, setiap saat.
Tidakkah kita menyadarinya?
Belajar lebih peka, ternyata tidak mudah ya?
Rabu, 12 Oktober 2005
Langganan:
Postingan (Atom)