Rabu, 24 Agustus 2005

Ya Rabb...

Aku tak pernah menyesal dilahirkan di bumi ini

Jika kebesaranMu yang kulihat


Aku tak pernah menyesal dilahirkan melalui rahim seorang ibu yang kucintai

Jika kasihsayangMu yang kurasakan


Aku tak pernah menyesal Engkau ambil nyawaku

Bila diriMu yang akan kutemui


Ya Rabb,

Izinkan aku menjadi mujahid yang senantiasa menyerahkan diriku untukMu

Izinkan aku meninggal sebagai seorang syuhada

Dan berkumpul kembali dengan saudara-saudaraku

Di surgaMu


Di tengah kerinduanku dengan saudari-saudariku
InsyaAllah, kita masih bertemu di majelis iman
di 1/3 malam yang terakhir

21.22 malam, masih di kantor...di antara tumpukan deadline...

Jumat, 12 Agustus 2005

Lagi dan lagi...

Lagi dan lagi…masalah ini kembali terulang. Kadang suka bingung juga, kenapa ya “ketidakberuntungan” ini selalu menimpa angkatanku. Dan “ketidakberuntungan” lainnya juga menimpaku.

Masih lekat dalam ingatan, sekitar satu tahun yang lalu, angkatanku ga bisa KP karena studio kantor belum keluar nilainya. Harusnya studio kantor itu selesai dalam waktu satu semester, tapi karena dosen yang ga tau jadwal akademik, studio itu diperpanjang jadi 2 semester. Padahal mata kuliah itu prasyarat KP. Malangnya, masalah itu Cuma menimpa angkatanku, angkatan sebelum dan sesudah kita, mengerjakan studio kantor itu hanya dalam waktu satu semester.

Dan sekarang, sama juga…belum bisa TA karena jadwal akademik yang ga jelas. Dan lagi-lagi angkatan kita jadi “korban”.
Prasyarat sidang 1 TA adalah nilai KP udah keluar. Sidang 1/preview 1 itu sekitar pertengahan September, jadi, KP harus selesai awal September. Padahal karena perbaikan studio public spaces, anak – anak baru bisa KP awal Juli, dan karena KPnya harus 3 bulan, berarti baru selesai awal Oktober. Dan KP benar-benar harus 3 bulan, ga boleh kurang….kecuali kalo kurangnya Cuma seminggu…

Malangnya, aku dapet dosen studio yang lumayan “galak”. Jadi, aku sampe harus perbaikan tugas 3 kali untuk studio ini dan dapet nilai akhir C. ummmm…manis banget. Setelah “perjuangan” yang begitu melelahkan, bulak – balik ngeplot ulang, gambar ulang, jilid ulang, Cuma dapet C? kalo buat studio yang 6 sks, C itu nilai buat anak-anak yang males. Yang skillnya jelek aja, kalo anaknya rajin, masih bisa dapet B.

Belum lagi seminar, masa nilai aku disamain sama yang presentasinya asal-asalan, ngumpulin makalahnya telat, jarang masuk dan suka nitip absen? Padahal aku udah bener-bener banget nyari datanya, ngerjainnya, sampe bulak-balik Jakarta buat dapet data tentang Arsitektur Lombok. Dan aku malah sampai mau ke Lombok buat dapet data yang lengkap

Kuliah – kuliah minor lainnya juga, selalu mengalami nasib yang sama…padahal aku udah ikhtiar semaksimal mungkin. Selalu saja “kalah” sama mereka – mereka yang suka nitip absen, nyontek, dan asal-asalan nyari datanya.

Apakah kita harus menghalalkan segala cara, demi sebuah nilai A yang pada akhirnya hanya akan jadi bagian dari 144 SKS?
Hanya akan jadi bagian dari tumpukan kertas lainnya di atas meja seorang manager personalia atau HRD?

Apakah kita harus berbuat curang, hanya demi mendapatkan pekerjaan dalam sebuah perusahaan?hanya demi beberapa rupiah yang selalu habis berapapun jumlahnya?

Dan menukar dengan kebahagiaan hakiki di akhirat kelak?

Berapa lama sih, kita hidup di dunia? 50 ? 70? Atau 100 tahun?
Akankah kita menukar kebahagiaan kita yang hanya sekejap itu, dengan kebahagiaan kita di akhirat kelak?

Apakah kita hidup hanya untuk nilai? Yang bahkan tak pernah ditanya malaikat di alam kubur
Apakah kita hidup hanya untuk uang? Yang tidak akan pernah menolong kita dari api neraka

Rasanya aku ingin jadi orang yang lebih berarti…
Dan aku tidak akan pernah menyesal dengan pilihanku
“Orang – orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang – orang yang mendapat kemenangan

Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padaNya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal

Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya, di sisi Allah-lah pahala yang besar”

Q.S At-Taubah : 20-22

Kamis, 11 Agustus 2005

berita sedih atau gembira??

Berita sedih atau gembira ya?
Yang pasti, ga bisa lulus Maret
KPnya diterusin satu semester lagi

berarti masih 6 bulan lagi di jakarta??

Bandung, I miss U...
emang ga ada kota yang lebih enak dari Bandung

Whatever, I'm sure...Allah akan pilihkan yang terbaik buat hambaNya

Selasa, 02 Agustus 2005

Senyum

Sebuah senyum yang kadang kita abaikan, kita sepelekan ternyata banyak sekali manfaatnya, selain bisa membuat kita menjadi selalu berfikiran positif, senyum juga bisa membuat tubuh sehat dan bugar. Nggak percaya?

Menurut hasil penelitian para ahli, senyum dapat membuat tubuh dan jiwa kita menjadi lebih sehat. Karena ketika kita tersenyum, otot-otot halus yang ada di wajah kita itu akan mengangkat ujung bibir kita ke atas, dan itu adalah terapi yang efektif untuk membuat diri sehat dan segar. Saat itu juga, seluruh energi positif yang ada pada diri kita berkumpul dan membuat kita menjadi berfikir positif, makanya senyum juga bisa menghilangkan stress.

Di satu tempat di Jakarta, ada latihan senam, yang menggunakan “ketawa” sebagai terapinya. Dimana setiap pesertanya diharuskan tertawa, yang akan melepaskan energi-energi negatif yang akan berubah jadi positif, itu juga merupakan olahraga ringan buat wajah. Dan beberapa peserta yang sempat diwawancara mengaku, setelah mengikuti senam ketawa beberapa bulan perasaan mereka jadi lebih baik, badanpun terasa lebih bugar.

Begitu juga ketika menghadapi sebuah permasalahan. Pasti akan berbeda rasanya ketika kita menghadapinya sambil cemberut dan sambil tersenyum. Ketika tersenyum, energi positif yang dikeluarkan akan membuat kita jadi lebih optimis. Mungkin hasil akhirnya akan sama, tapi semangat yang dikeluarkan orang-orang yang tersenyum akan berbeda dengan orang yang tidak tersenyum.

Masih ga percaya juga? Coba deh naik gunung siang-siang sambil cemberut…pasti kerasa banget capeknya, bawaannya pengen marah melulu, apapun yang kita temui di jalan pasti kita omelin…. Tapi kalo naik gunungnya sambil tersenyum, kita akan lebih senang dan selalu berpikiran positif. Tanpa kita sadari, jalan kita akan berubah jadi lebih cepat, dan akan lebih semangat…

Selain itu, senyum juga bisa memberikan lingkungan positif buat orang-orang di sekeliling kita. senyum bisa menularkan semangat dan optimis menghadapi hidup.

Kebayang ga sih, kalo kita lagi capek banget, trus pas naik angkutan umum, orang-orang di dalamnya jutek semua…tapi kalo ada satu orang aja yang tersenyum tulus dan tanpa pamrih , hati ini akan terasa enak…rasanya kepenatan dan kelelahan kita itu sirna dalam beberapa saat.

Ternyata banyak sekali efek positif senyum, ga Cuma buat kita, tapi juga buat orang-orang di sekeliling kita. Karena ia bisa memberikan energi yang luar biasa. Subhanallah ...

Well, apapun yang terjadi dalam hidup ini, hadapilah dengan senyum, nikmati aja semua proses yang kita alami. Kelak itu akan menjadi kenangan tersendiri buat kita, dan akan membuat kita menjadi lebih dewasa.

Jangan lupa…
2 cm ke kiri
2 cm ke kanan
ingat…jangan disalah gunakan
^_^


1 Agustus 2005,
Masih di bumi Allah
sambil ter”senyum” meratapi perbaikan tugas
(senyum atau menyeringai ya??)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...