Minggu, 27 Maret 2005

Kulambai Dirimu...

Aku tak pernah ingin menyerah
Tapi masihkah berarti kalau kalah?

Waktu menyiram tubuh
Darahpun menjadi putih

Aku tahu saat untuk pasrah
Meski jauh di dalam tanah,
Kulambai dirimu dengan pedih


--SGA

Menjadi Asing Karena Cinta

Diakui atau tidak, cinta memiliki daya tarik yang luar biasa. Seseorang yang menyimpan cinta menggebu dalam hatinya, pasti akan tenggelam dalam samudra cinta yang menghanyutkan itu.
Penganut cinta merasakan dunianya sendiri, sambil berjalan menuju apa yang dicintainya.
Cinta mengajarkan kerinduan,
Dimana para pencinta lebih menyukai kesendirian untuk mengekspresikan suasana hatinya yang dipadati rasa rindu yang menggelora
Cinta juga menuntut kesetiaan,
Sehingga para pecinta merelakan kesengsaraan dan penderitaan sebagai sesuatu yang lazim dalam dunia cinta
Bahkan tak jarang, penderitaan, kesulitan, dan kesengsaraan justru menjadi pelecut cinta, membuat cinta jadi bertambah manis, indah dan penuh kenikmatan

“Katakanlah, jika kalian(benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa Kalian” (Q.S ali Imron:31)

Inilah cerita tentang manusia-manusia penuh cinta. Mereka mencintai kekasih agungnya, Allah SWT jauh melebihi kecintaan pada diri mereka sendiri. Kecintaan mereka tidak pernah pupus dan luntur ditelan waktu. Cintanya malah semakin hari semakin membara meski penderitaan dan kesulitan harus dilaluinya. Hal tersebut tidak lain adalah sebagai manifestasi rasa cintanya yang besar kepada sesuatu yang dicintai. Kadangkala ia tidak pernah lagi memperhatikan pujian atau celaan manusia. Baginya celaan atau pujian adalah sesuatu yang sama, tidakakan mempengaruhi diri dan rasa cintanya

Belajar dari nabi Musa, manusia tangguh dalam berdakwah di jalan Allah. Ia dikahirkan dari seorang ibu yang tertindas dalam komunitas budak di bawah jajahan Fir’aun. Allah berkehendak lain, Dia menjamin kehidupan Musa yang kemudian dibesarkan dalam lingkungan musuh besarnya sendiri. Ia hidup di Istana megah, namun dirinya dipenuhi bibit-bibit pemberontak. Musa, manusia tangguh yang lebih memilih menjadi Al-Ghuroba’, berpisah dan mengasingkan diri dari kesombongan dan kekufuran Fir’aun dan pengikutnya.
Allah menjelaskan keadaan dirinya sebagai al-ghuroba’ saat melarikan diri dari kaum Fir’aun dan tiba di Madyan, ia berkata, “Ya Rabbi, aku dalam keadaan sendirian, takut dan asing” (Rangkaian cerita dari surat Al-Qashash).

Dengan penuh cinta Allah membalas kekhawatiran Musa , “Hai Musa, yang sendirian adalah yang tidak punya pendamping seperti Aku. Orang sakit adalah orang yang yang tidak mempunyai tabib seperti Aku dan orang yang asing adalah yang tidak mempunyai mu’amalah antara Aku dan dirinya”.

Subhanallah, Cinta dibalas dengan cinta, menumbuhkan kekuatan, keberanian, percaya diri dan harapan yang besar . gumpalan rasa itu memenuhi seluruh jiwa Musa tatkala Allah SWT mendampinginya dalam perjuangan yang sedang ia hadapi. Sejarah kemudian mencatat kemenangan besar Musa as, manusia tangguh dan kokoh, laksana gunung, melawan Fir’aun, dan pengikutnya.

Al-Ghuroba’...mereka adalah manusia-manusia asing yang terpuji dan berbahagia. Dalam dada mereka berkumpul cinta yang suci dan murni. Mereka menghabiskan hidupnya untuk pengabdian cinta itu. Setiap saat dan tempat selalu berusaha mngekspresikan pengabdian itu.

Merekalah seperti yang dikatakan oleh Umar bin Khattab ra tatkala menhibur Muadz bin Jabbal yang duduk sambil menitikkan air mata memandangi rumah Rosulullah saw, “Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang suka sembunyi-sembunyi, miskin, bertakwa dan berbuat kebajikan. Jika mereka tidak tampak mereka tidak dicari, dan apabila mereka tampak, maka mereka tidak dikenali. Hati mereka adalah pelita-pelita petunjuk. Mereka keluar dari segala cobaan yang buta dan gelap”

Wallohua’lam bishshowab


Terimakasih untuk teteh, teman2 dan adik2, yang selalu memberikan energi yang luar biasa setiap pekannya
yang membuatku tidak pernah merasa sendiri ,
yang membuatku rela..menjadi asing demi cinta...

Kamis, 24 Maret 2005

Subhanallah...

Subhanallah...subhanallah...
Maha suci Allah...
Allah sangat mencintai hambaNya
Dia akan selalu ada...dekat kita, ketika kita mengingatNya...bahkan ketika kita melupakanNya
Betapapun kita meninggalkanNya, mengecewakanNya,
Allah akan selalu ada,
Allah selalu datang ketika kita memohonnya, memintanya

Allah selalu ada!!

Ketika kita minta Allah dekat
Maka Dia akan memberikan ujian-ujian yang mungkin akan membuat kita merasa kita sedih, putus asa...
Tapi itu akan membuat kita dekat
Karena ketika ujian itu datang..Pertolongan Allah akan datang
Allah memberikan ujian, sekaligus jawabannya

Jadi, ketika hati merasa jauh dariNya, berdo’alah, minta supaya kita dekat denganNya. Dan tunggulah...ujian-ujian itu akan datang...

Hmmm...

Dapet dari email ttg pendidikan anak di Iran...

Saya tinggal di Iran dan punya usia anak empat tahun.Sejak tiga bulan lalu, saya masukkan dia ke sekolah hafiz Quran untuk anak2. Setelah masuk..., wah ternyata unik banget metodenya. (Siapa tau bisa dijadikan masukan buat ibu2 yg berkecimpung di bidang ini.) Anak-anak balita yang masuk ke sekolah ini (namanya Jamiatul Quran), tidak disuruh langsung ngapalin juz'amma, melainkan setiap kali datang, diperlihatkan gambar misalnya, gambar anak lagi cium tangan ibunya,(di rumah, anak disuruh mewarnai gambar itu), lalu guru cerita ttg gambar itu (jadi anak harusbaik...dll).
Kemudian, si guru ngajarin ayat "wabil waalidaini ihsaana / Al Isra:23" dengan menggunakan isyarat(kayak isyarat tuna rungu), misalnya, "walidaini", isyaratnya bikin kumis dan bikin kerudung di wajah(menggambarkan ibu dan ayah). Jadi, anak2 mengucapkanayat itu sambil memperagakan makna ayat tersebut. Begitu seterusnya (satu pertemuan hanya satu atau dua ayat yg diajarkan). Hal ini dilakukan selama 4 sampai 5 bulan. Setelah itu, mereka belajar membaca, dan baru kemudian mulai menghapal juz'amma.Suasana kelas juga semarak banget. Sejak anak masuk ke ruang kelas, sampai pulang, para guru mengobral pujian-pujian (sayang, cantik, manis, pintar...dll) dan pelukan atau ciuman. Tiap hari (sekolah ini hanya 3 kali seminggu) selalu ada saja hadiah yang dibagikan untuk anak-anak, mulai dari gambar tempel, pensil warna, mobil2an, dll.Habis baca doa, anak-anak diajak senam, baru mulai menghapal ayat. Itupun, sebelumnya guru mengajak ngobrol dan anak2 saling berebut memberikan pendapatnya. (Sayang anak saya krn masalah bahasa,cenderung diam, tapi dia menikmati kelasnya).Setelah berhasil menghapal satu ayat, anak-anak diajak melakukan berbagai permainan. Oya, para ibu juga duduk di kelas, bareng2 anak2nya. Kelas itu durasinya 90 menit . Hasilnya? Wah, bagus banget! Ketika melihat saya membuka keran air akan terlalu besar, anak saya akan nyeletuk, "Mama, itu israf (mubazir)!" (Soalnya, gurunya menerangkan makna surat Al A'raf :31 "kuluu washrabuu walaatushrifuu / makanlah dan minumlah, dan jangan israf / berlebih2an). Waktu dia lihat TV ada polisi ngejar2 penjahat, dia nyeletuk "Innal hasanaat tushrifna sayyiaat / Sesungguhnya kebaikan akan mengalahkan kejahatan" (Hud:114).
Teman saya mengeluh (dengan nada bangga) bahwa tiap kali dia ngobrol dgn temannya ttg orang lain, anaknyaakan nyeletuk "Mama, ghibah ya?" (soalnya, dia sudah belajar ayat "laa yaghtab ba'dhukum ba'dhaa" /Mujadalah:12).Anak saya (dan anak2 lain, sesuai penuturan ibu2 mereka), ketika sendirian, suka sekali mengulang2 ayat2 itu tanpa perlu disuruh.Ayat2 itu seolah-olah menjadi bagian dari diri mereka.Mereka sama sekali tidak disuruh pakai kerudung. Tapi,setelah diajarkan ayat ttg jilbab (An-Nur:31), mereka langsung minta sama ibunya untuk dipakaikan jilbab.Anak saya, ketika ingkar janji (misalnya, janji nggak main lama2, trus ternyata mainnya lama), saya ingatkan ayat "limaa taquuluu maa laa taf'alun"(As-Shaf:2)...dia langsung bilang "Nanti nggak gitulagi Ma...!" Akibatnya, jika saya mengatakan sesuatu dan tidak saya tepati, ayat itu pula yang keluar dari mulutnya!Setelah tanya2 ke pihak sekolah, baru saya tahu bahwa metode seperti ini, tujuannya adalah untuk menimbulkan kecintaan anak2 kepada Al Quran. Anak2 balita itu di masa depan akan mempunyai kenangan indah ttg Al Quran.

Saya pikir2 benar juga. Saya ingat, dulu waktu kecil pergi ke TPA (Taman Pendidkan Al Quran) di Indonesia, rasanya maless..banget (Kalo nggak dipaksa ortu, nggak jalan deh). Bagi saya, TPA identik dengan beban berat, PR yang banyak, hapalan bejibun, guru galak, dsb.Pernah saya dengar, di sekolah Kristen anak2 diberi hadiah dan dikatakan kepada mereka bahwa itu dari Yesus. Nah, kenapa kita tidak meniru cara ini agar anak2 merasa cinta kepada Allah dan Quran? Bagaimanapun, dunia anak2 adalah dunia materi. Mereka baru bisa mencerap hal2 yang nyata, seperti hadiah (dan belum paham, pahala itu apa). Para orangtua teman sekelas anak saya juga pada cerita bahwa anak2nya malah nangis kalau nggak diajak ke sekolah. Malah, buat anak saya, ancaman tidak diantar ke sekolah adalah ancaman paling ampuh, kalau dia nakal (dia akan langsung nangis, hehehe...mamanya nakal ya?).

Metode pengajaran ayat Quran dengan menggunakan isyarat ini diciptakan oleh seorang ulama bernama Sayyid Thabathabai. Anak beliau yang pertama pada usia 5 tahun di bawah bimbingan beliau sendiri, sudah hapal seluruh juz Al Quran, berikut maknanya, hapaltopik2nya (misalnya, ditanyakan, coba sebutkan ayat2 mana saja yg berbicara ttg akhlak kepada orangtua, dia akan menyebut, ayat ini..ini..ini..), dan mampu bercakap-cakap dengan bahasa Al Quran (misalnya ditanya; makanan favoritmu apa, dia akan menjawab"Kuluu mimma fil ardhi halaalan thayyibaa"(Al Baqarah:168).Anak kedua juga memiliki kemampuan sama, tapi sedikit lebih lambat, mungkin usia 6 atau 7 tahun. Keberhasilan anak2 Sayyid Thabathabi itu benar-benar fenomenal (bahkan anak pertamanya diberi gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ulumul Quran oleh sebuah universitas di Inggris), sehingga sejak itu, gerakan menghapal Quran untuk anak-anak kecil benar2 digalakkan di Iran. Setiap anak penghapal Quran dihadiahi pergi haji bersama orangtuanya oleh negara dan setiap tahunnya ratusan anak kecil di bawah usia 10 tahun berhasil menghapal Al Quran (jumlah ini lebih banyak kalau dihitung juga dengan anak lulusan dari sekolah2 lain).Salah satu tujuan Iran dalam hal ini (kata salah seorang guru) adalah untuk menepis isu-isu dari musuh-musuh Islam yang ingin memecah-belah umat muslim, yang menyatakan bahwa Quran-nya orang Iran itu beda / lain daripada yg lain).

Saya pernah diskusi dgn teman saya dosen ITB, dia mengatakan bahwa metode seperti itu merangsang kecerdasan anak karena secara bersamaan anak akan melihat gambar, mendengar suara, melakukan gerakan-gerakan yang selaras dengan ucapan verbal,dll. Sebaliknya, menghapal secara membabi-buta, malah akan membuntukan otak anak. Selain itu, menurut guru di Jamiatul Quran ini, pengalaman menunjukkan bahwa anak-anak yang menghapal Quran dengan melalui proses isyarat ini (jadi mulai sejak balita sudah masuk ke sekolah itu) lebih berhasil dibandingkan anak-anak yang masuk ke sana ketika usia SD. Selain itu, menghapal Al-Quran lengkap dengan pemahaman atas artinya jauh lebih bagus dan awet (nggak cepat lupa) bila dibandingkan dengan hapal mulut.

Komentar : Subhanallah ya... kapan Indonesia bisa kayak gini. Bikin yuuuukkk... :D
---

Thank’s atas emailnya...sedikit banyak telah mberikan masukan buat TA saya

Senin, 14 Maret 2005

Cuapppekkkk!!! +_+

HUH...HAH...HUH...HAH...
HUH...HAH...HUH...HAH...
Hhhhhhhhhhhh....
Capek!!

---

Ada yang berubah di kehidupanku beberapa pekan belakangan ini. Yah...namanya juga kehidupan, akan selalu berputar dan berubah. Ga pernah ada yang tetap!
Sebelumnya, aku sangat menikmati aktivitasku; kabinet, saling taushiyah dengan adik2 yang lucu-lucu, amanah-amanah, dan...sedikit kuliah :)...tapi lain dengan sekarang!!!
Mau nggak mau, aku harus beresin tugas-tugasku yang harus segera diselesaikan...kalo Cuma tugas porto sih, udah biasa kerja rodi 1-2 minggu ga tidur siang-malem....ujung-ujungnya drop deh. Akhirnya 2-3 harian mesti memulihkan stamina (hehehe...) tapi ini??bener-bener untuk masa depan!! Hehe...ga gitu banget sih...
Sekarang kerjaannya, survey sana-survey sini, kunjungan rutin dari satu perpus ke perpus lain...dari perpus DI, perpus SR, perpus arsitek, sampe perpus UNPAR. Terus dari satu warnet ke warnet lain. Ketemu dosen satu dan dosen lainnya, belum lagi amanah-amanah lainnya yang juga tak pernah surut, LPJ kabinet yang ga beres-beres (karena ga pernah dikerjain :) ) dan masalah-masalah yang muncul satu demi satu..yang semakin memenuhi ruang berfikirku...
Nyut...nyut...nyut...
.....kok semuanya begitu bertumpuk ya??

Somebody want to help me???

Rabu, 09 Maret 2005

TERUNTUK SAUDARIKU TERCINTA...

Teruntuk Saudariku tercinta...
Reni mujahidah,

Ukhti, Selamat ya...
Selamat meniti jalan dakwah berikutnya, pembentukan rumah tangga islami, setelah pembentukan pribadi islami

Ukhti, selamat ya...
Selamat meniti langkah di jalan Rosululloh yang menjadikan keluarga sebagai wajihah dakwah untuk menegakkan kalimat Allah

Semoga Allah memberkahi...menetapkanmu dalam keimanan...
Menuntunmu meniti jalan Rosulullah, jihad fi sabiilillah

Jadilah Khadijah,
yang menginfakkan seluruh harta, waktu, perhatian dan kasih sayangnya untuk menopang dakwah suaminya.

Jadilah Aisyah,
Yang setia mendampingi Rosululloh hingga akhir perjuangannya

Jadilah Ummu Salamah,
Yang dengan bijaksana membantu menyelesaikan kesulitan suaminya, Rosululloh, SAW

Jadilah Ummu Sulaim,
Yang mempersembahkan yang terbaik untuk suaminya...

Jadilah Fatimah,
Yang dengan sabar, mendampingi Ali meniti jalan Surga, yang meletakkan dunia di tangannya. Yang meletakkan Allah, Rosululloh dan ummat islam di hati dan pikirannya...

Ukhti, kita sedang mengukir jalan menuju surgaNya...mentarbiyah para mujahid da’wah.
Tarbiyahlah anak-anak anti,
agar menjadi pejuang Allah yang mampu menyerahkan segala yang ia punya untuk tegaknya kalimat Allah,
agar menjadi orang yang senantiasa menjunjung kejujuran dan keadilan,
agar menjadi pemimpin yang didambakan ummat...

Barokallohu laka, wa baroka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khoiir...

Selamat ukhti, selamat memburu kekayaan abadi, selamat memburu keridhoanNya, keberkahanNya, pertolonganNya, ampunanNya, kemuliaan di jalanNya dan surgaNya..

Selamat menempuh bahtera rumah tangga
Do’aku selalu menyertaimu ukh...

Allohuakbar!!
--Senin...7 Maret 05—


[ren...gpp ya, taushiyah untuk reni ditaro di blog , biar lebih banyak yang ambil manfaatnya
alwin+ika...ada bagian yang dicontek nih...gpp ya???]

Selasa, 08 Maret 2005

M.Y B.L.O.g

akhirnya...setelah lama berjuang, blog ini jadi juga...

ga tau kenapa, setiap kali nyoba ga pernah berhasil. ada tahap yang terlewat kali ya??entahlah..
trus...akhirnya milih templatenya yang polkadot, yah ga ada pilihan lain...yg paling pas ya...yang ini.entar deh, kapan-kapan bikin sendiri (sekarang sih masih gaptek :) )
warnanya itu looo...shinta banget.

jadi inget studio kemarin, shnta bikin kantor indosiar...warnanya ya, ga jauh dari warna favorit..ijo, oren dan kuniiiing...hehe. udah gitu waktu ngerjain proyek, vocal pointnya ijo juga.... untung kliennya setuju2 aja...jadi bisa deh,,,ijo favoritku itu terwujud dalam ruang.

Hidup Penuh Kejutan!!

Astaghfirullah..banyak hal yang terjadi...begitu mengejutkan!!
Hmmm...jadi inget kata Seno, di bukunya, Jazz, parfum dan insiden. “hidup itu ibarat jazz, kita boleh punya rencana, tapi hidup tidak selalu sesuai dengan rencana kita. hidup penuh dengan kejutan...banyak insiden!”

Allah punya banyak rencana lain, yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Yang semuanya akan membuat kita jadi lebih dewasa
Allah punya banyak kejutan, yang membuat hidup jadi lebih dinamis
Subhanallah...

Kamis, 03 Maret 2005

semoga segera kembali...

Innalillahi...
“teh, aku mau nikah minggu depan...tapi bukan sama cowok...” ungkapnya sambil takut-takut sore itu, ditemani hujan rintik-rintik. Innalillahi...rasanya seluruh persendian tubuhku lemas, lututku rasanya tak mampu lagi membuatku terus berdiri. Hatiku terasa remuk...kesal, sedih, marah, kecewa, semuanya bercampur jadi satu. Mataku memanas, rasanya ingin menangis, berteriak.... Apakah sudah bulat dengan keputusan itu??
* * *

Aku mengenalnya sudah hampir lebih dari setahun, sebut saja namanya Lana. Sangat menyenangkan telah mengenalnya. Terlebih lagi, dia sangat antusias belajar islam, dan akupun sangat antusias mengenalkan islam kepadanya...ya...islam yang begitu indah.

Di satu siang, Lana bilang ada hal serius yang ingin dibicarakan. Kupikir...masalah remaja biasa...yah...paling seputar VMJ (Virus Merah Jambu), Tapi tidak!...yang dibicarakannya di kantin waktu itu begitu mengejutkanku..
“aku lagi suka sama seseorang teh...tapi bukan cowok”
kupikir aku salah dengar, kubetulkan letak jilbabku...tapi tidak...Lana tetap mengatakan hal yang sama.
“ga pernah tertarik sama lawan jenis?” Aku berusaha menenangkan diri.
Dia menggelengkan kepala, dan mengingat-ingat sesuatu. “pernah sih...dulu, tapi sekarang udah enggak” aku menarik nafas panjang. Lalu kusebutkan beberapa nama lelaki yang aku tau akhlaknya, masa sih ada wanita yang ga tertarik sama lelaki yang “baik”?pikirku. “aku tau mereka baik teh. Tapi aku nggak suka” aku betul-betul shock waktu itu, sama sekali tak kusangka. aku terus berdiskusi dan mencoba menjernihkan pikirannya. Sampai akhirnya dia mengatakan...”aku belum mutusin sih teh...mau jadi hetero atau homo...aku masih bingung”

setelah diskusi dengan beberapa orang, sampai pada satu kesimpulan...Lana hanya butuh lingkungan yang mendukungnya, Lana hanya ingin diperhatikan.
Aku memperhatikannya secara intensif beberapa bulan belakangan ini, alhamduillah, banyak perubahan.

* * *

Tak kusangka, di satu hari ada seorang teman yang bilang, Lana sudah memutuskan untuk menjadi Lesbian. Bahkan secara intensif, mengikuti pertemuan lesbian se-Bandung dan Jakarta
Dan bahkan yang membuatku lebih shock lagi adalah pengakuannya sore ini, dia memutuskan untuk menikah dengan seorang perempuan. “teh, aku sudah menemukan pasangan yang cocok” ucapnya lagi saat wajahku menunjukkan ketidaksetujuanku, kemarahanku, kekecewaanku.

Innalillahi...aku tak percaya. Aku sudah biasa dengan orang-orang berpemikiran aneh, di tempatku, hal seperti itu bukan hal yang suilt ditemukan. Tapi ini??? Lesbian??bahkan telah memutuskan untuk menikah...??
Aku tak percaya...aku ingin dia mengatakan kalau itu semua bohong...aku tak ingin percaya... !!!

* * *

Saudariku, uhibbuki fillah...aku mencintaimu karena Allah. Aku sungguh tak ingin hal ini terjadi, aku tak ingin percaya.... Aku tak mau kita terpisah hanya karena ini, aku ingin kau tetap bersamaku, bersama kami, di jalan ini... jalan yang jauh lebih indah, dari yang selama ini terlihat indah. Memang banyak duri, tapi bukankah mawar indahpun berduri? Tidak mungkin sesuatu yang indah didapatkan dengan gratis...semua butuh pengorbanan.
Saudariku...aku tak pernah berhenti mendo’akanmu, namamu tak pernah lupa kusebut dalam setiap qiyamullailku. Semoga... engkau kembali..dan saat itu, tak akan kulepas dirimu... uhibbuki fillah

* * *

Astaghfirullohal’adziim, ampuni dosaku Ya Rabb. Ampunilah seluruh kesalahan hambaMu. Apakah dosaku sudah sedemikian banyak? sehingga hal ini menimpa temanku?sahabatku? Satu hal yang selalu kuminta dariMu. Jangan biarkan aku jauh dariMu...jangan biarkan aku kehilangan cintaMu, cinta yang indah, cinta yang abadi, cinta yang hakiki...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...